Menurut mereka investor perlu mencermati dampak tersebut ke portfolio di bursa saham. Karena even tersebut bisa menurunkan kinerja rata- rata saham sampai dengan 55 persen saat pertandingan dilangsungkan.
Michael Ehrmann, Kepala Divisi Riset Kebijakan Moneter ECB mengatakan perkiraan tersebut didasarkan pada penyelenggaraan piala dunia belakangan ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Orang-orang pasti akan terganggu dengan hasil piala dunia, dampaknya turun dan ini akan terjadi lagi tahun ini," katanya seperti dikutip dari Reuters, Kamis (14/6).
Setelah itu, pergerakan bursa akan terpengaruh hasil pertandingan. Dia mengatakan fenomena ini pernah terjadi pada Piala Dunia 2010. Saat itu ketika Italia dan Perancis tersingkir, kinerja saham perusahaan chip komputer, STMicroelectronics juga ikut terpuruk.
Tak hanya di pasar saham, riset juga menemukan bahwa piala dunia mempengaruhi pasar surat utang (obligasi). Misalnya, pada perhelatan Piala Dunia 2006 dan 2010, hampir setengah kinerja pasar obligasi dalam sebulan perhelatan terkena dampak dari piala dunia.
Minim Dampak ke Indonesia
Walaupun berdampak Muhammad Nafan Aji Gusta, Analis Binaartha Parama Sekuritas memperkirakan bursa saham di Indonesia tidak akan terimbas besar. Maklum saja, tim nasional Indonesia memang tidak ikut main dalam even tersebut.
Dia melihat bursa saham di Indonesia lebih terpengaruh oleh isu ekonomi global, seperti kenaikan suku bunga acuan di Amerika ketimbang penyelenggaraan piala dunia.
"Rasanya tidak akan besar sentimennya. Pasar lebih mudah terkena sentimen dari kebijakan dan kondisi ekonomi dari eksternal," katanya kepada CNNIndonesia.com.
Namun kata Nafan, bursa tetap saja bisa terpengaruh bila saham negara-negara di Eropa terpapar hasil piala dunia.
"Atau misalnya euro Eropa menguat, lalu dolar AS melemah, baru setelah itu ikut menguatkan rupiah. Tapi ini tidak langsung," katanya.