Di Wall Street, indeks Dow Jones ditutup melemah 0,34 persen ke 25.090,48 pada akhir perdagangan Jumat (15/6) kemarin. Kondisi sama juga terjadi pada Nasdaq Composite yang turun 0,19 persen ke 7.746,37 dan S&P500 yang turun 0,1 persen ke 2.779,66.
Sementara di SSE, Shanghai Comp dan Shanghai A-Share kompak melemah 0,73 persen, masing-masing menjadi 3.021,9 dan dan 3.165. Sedangkan CSI 300 melemah 0,53 persen ke 3.753,43.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perang dagang antara kedua negara terjadi sejak Maret 2018 dan sampai saat ini masih terus berlangsung. Perang terbaru dikobarkan kembali Presiden AS Donald Trump dengan menyetujui penetapan tarif bea masuk pada produk dagang China senilai US$50 miliar.
Tak hanya dengan China, Trump juga semakin bernafsu dalam mengobarkan perang dagang dengan Kanada, Meksiko, dan negara-negara di Uni Eropa.
"China tak menginginkan perang dagang. Namun, kami akan segera meluncurkan langkah balasan, menyesuaikan tarif seperti yang telah diluncurkan oleh AS," kata Zhong Shan, Menteri Perdagangan China seperti dikutip dari CNN.com, Sabtu (16/6).
Balasan tarif tinggi dari China tersebut akan diberlakukan dalam beberapa gelombang yang akan dimulai 6 Juli mendatang.
Kenaikan tersebut akan diberlakukan untuk 545 produk AS; pertanian, mobil dan makanan laut bernilai US$34 miliar.
Setelah itu, kenaikan akan diberlakukan untuk 114 produk lainnya; bahan kimia dan peralatan kesehatan, serta sektor energi. Sisanya, akan disesuaikan usai dua tahap itu.