Dia juga menyatakan bahwa kenaikan suku bunga akan diimbangi oleh relaksasi kebijakan rasio uang muka (LTV) sektor perumahan.
Perry mengatakan kebijakan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi BI terhadap dampak kenaikan suku bunga acuan yang dilakukan oleh Bank Sentral Amerika, The Fed pekan lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
pembelian obligasi pada akhir tahun ini.
Lihat juga:The Fed Kembali Naikkan Suku Bunga Acuan |
"Sifatnya preemptive, bisa berupa kenaikan suku bunga yang disertai relaksasi kebijakan LTV," katanya dalam pernyataan, Selasa (19/6).
Selain mengatur ulang kebijakan moneter agar dampak kebijakan ekonomi yang dilakukan oleh Amerika dan ECB terhadap ekonomi dalam negeri bisa diminimalisir, pihaknya juga akan meningkatkan koordinasi dengan pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), industri perbankan dan pengusaha.
Perry mengatakan walaupun BI akan melakukan langkah antisipasi, pihaknya melihat bahwa sampai saat ini kondisi ekonomi Indonesia, khususnya aset pasar keuangan tetap kuat dan menarik bagi investor baik lokal maupun asing.