"Kami prediksi (pertumbuhan industri ritel) 10 persen sampai akhir tahun. Itu cukup relevan," terang Ketua Umum APRINDO Roy Mandey, di Gedung Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat (22/6).
Sikap optimistis Roy tumbuh karena melihat pertumbuhan industri ritel pada semester satu tahun ini yang mencapai tujuh persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan tahun lalu pada periode sama yang hanya sebesar lima persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Roy menjelaskan beberapa gelaran besar di tahun ini seperti Asian Games, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak, pertemuan International Monetary Fund (IMF) juga bakal mengerek pertumbuhan industri ritel.
Namun, jika fluktuasi nilai tukar berlangsung lama, hal itu bakal berpengaruh pada harga barang ritel di kuartal berikutnya.
"Tidak signifikan, karena kami sudah memiliki stok dua sampai tiga bulan di muka. Itu untuk kami sebarkan di toko-toko dari Aceh sampai Jayapura," terang dia. (agi/bir)