Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menuturkan banyak kriteria yang digunakan dalam fit and proper test tersebut. Namun, ia hanya menyebut dua kriteria saja yakni kompetensi dan integritas.
"Kan sudah di fit and proper test dengan tim dan hal itu mempertimbangkan beberapa faktor. Mulai kompetensi hingga faktor integritas. Jadi itu kombinasinya banyak," jelas Wimboh ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (25/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu kan tim dan diputuskan di rapat," jelasnya singkat.
Berdasarkan surat yang diterima CNNIndonesia.com, Inarno menduduki jabatan Dirut BEI menggantikan Tito Sulistio.
Selain Inarno, sosok lain yang mengisi jabatan direktur bursa antara lain IGD N Yetna Setia sebagai Direktur Penilaian Perusahaan, Laksono Widito Widodo sebagai Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa, dan Kristian Sihar Manullang sebagai Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan.
Kemudian, Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko diduduki oleh Fithri Hadi, Direktur Pengembangan diisi oleh Hasan Fawzi, dan Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia ditempati oleh Risa Effennita Rustam.
Direktur Utama BEI saat ini Tito Sulistio membenarkan hal tersebut. Namun, ia belum berkomentar lebih jauh terkait keputusan OJK ini.
"(Surat) tersebut benar," ucap Tito kepada CNNIndonesia.com, Jumat pekan lalu. (lav/bir)