"Pembangunan PLTMG Luwuk 40 MW ditargetkan segera selesai dan dapat beroperasi secara komersial," terang Supervisor Humas PT PLN Unit Induk Pembangunan Sulawesi Bagian Utara Dermawan Amir Uloli, mengutip Antara, Selasa (3/7).
PLTMG Luwuk mulai beroperasi secara bertahap pada kuartal I 2019, dengan tahap awal sebesar 15 MW dan kuartal II sebesar 25 MW. Investasi yang ditanamkan dalam pembangunan pembangkit listrik ini diperkirakan mencapai Rp521 miliar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun, kontraktor pelaksana proyek adalah konsorsium PT Barata Indonesia, PT Dalle Engineering Construction, dan PT Mitra Energi Batam. Untuk pembangunan proyek ini, PLN menggunakan mesin Roll Royce.
Dermawan bilang PLTMG Luwuk 40 MW ini akan memperkuat sistem ketenagalistrikan di Sulawesi Tengah, khususnya Kabupaten Banggai dan sekitarnya.
Dengan terbangunnya PLTMG Luwuk, kemampuan pembangkitan sistem di Luwuk akan meningkat hingga 242 persen. Diharapkan, pembangkit itu nantinya akan menambah jumlah pelanggan lebih banyak lagi.
Bersamaan dengan pembangunan proyek itu, Dermawan menyebut bahwa PLN akan membangun gardu induk (GI) dan saluran transmisi ke arah Luwuk, Toili, dan Ampana-Toili.
Selanjutnya, PLN akan membangun saluran transmisi dari Ampana ke Bunta, sehingga sistem kelistrikan Kabupaten Banggai ini akan terintegrasi dengan sistem kelistrikan Sulawesi.
PLTMG Luwuk ini akan memanfaatkan sumber gas dari Kecamatan Batui, Banggai. "Dengan memanfaatkan gas, tentu PLN juga akan mendapat kesempatan efisiensi dari pengurangan beroperasinya pembangkit yang berbahan bakar minya," tandasnya. (bir)