Kendati dibuka menguat, Reza Priyambada, Analis Senior CSA Research Institute bilang rupiah masih akan tertahan di kisaran Rp14.350-14.425 per dolar AS pada perdagangan hari ini.
Hal ini karena tekanan eksternal masih terus membayangi pergerakan rupiah. "Tekanan masih berlanjut seiring belum meredanya perang dagang antara AS dengan China," ujar Reza kepada CNNIndonesia.com, Rabu (4/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Laju IHSG Terganjal Pelemahan Rupiah |
Sementara sentimen dari dalam negeri hanya berupa komentar-komentar pemerintah. Namun, itupun tidak direspons pasar, sehingga tak berhasil menggerakkan rupiah.
Sementara di kawasan Asia, mayoritas mata uang menguat. Mulai dari dolar Hong Kong yang menguat 0,02 persen, dolar Singapura naik 0,04 persen, dan baht Thailand 0,05 tumbuh persen.
Begitu juga dengan mata uang negara maju, dolar Kanada meningkat 0,06 persen, poundsterling Inggris naik 0,09 persen, euro Eropa naik 0,1 persen, dolar Australia tumbuh 0,12 persen, dan franc Swiss naik 0,17 persen. Namun, rubel Rusia turun 0,03 persen. (bir)