Utang tersebut bersumber dari sepuluh sumber. Sumber tersebut, antara lain Bank Dunia sebesar US$ 1,299 miliar, Bank Pembangunan Asia (ADB) sebesar US$300 juta, Bank Investasi Infrastruktur Asia (AIIB) sebesar US$250 juta, dan Bank Pembangunan Islam (IDB) sebesar US$113,3 miliar.
Selain itu, utang juga akan ditarik dari JICA sebesar US$2,5 miliar, RRT sebesar US$925 juta, Austria sebesar US$256,6 juta, Korea sebesar US$377,6 juta dan Prancis sebesar US$319 juta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, pinjaman juga akan digunakan untuk membiayai pembangunan peralatan medis Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto dan Percepatan Program Reformasi Agraria.
"Proyek yang masuk dalam daftar tersebut juga siap dilaksanakan," katanya seperti dikutip CNNIndonesia.com dari buku daftar rencana pinjaman tersebut, Rabu (4/7).
Bambang juga mengatakan bahwa rencana pinjaman proyek yang dimasukkan dalam daftar tersebut merupakan bagian dari proyek yang masuk dalam daftar rencana pinjaman luar negeri jangka menengah (blue book) periode 2015-2019.
(bir)