Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan surat sudah dikirimkan melalui Kedutaan Besar AS serta United State Trade Representative (USTR). Ia tak menyebut isi dari surat tersebut dan kapan pemerintah AS bakal memberikan respons.
Namun yang pasti, surat tersebut bertujuan melobi pemerintah AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, ia mengatakan langkah diplomasi akan tetap ditempuh lantaran Indonesia tidak menghendaki perang dagang. Menurutnya, perang dagang hanya menimbulkan mudarat, yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi masing-masing negara.
Evaluasi GSP sejatinya selalu dilakukan setiap tahun, sejak kebijakan ini dikeluarkan oleh Presiden AS sebelumnya, Barrack Obama. Hanya saja, untuk evaluasi GSP tahun ini, dunia usaha khawatir karena AS bisa saja mengubah ketentuan GSP, mulai dari menghentikan kebijakan GSP hingga mengenakan tarif baru untuk Indonesia.
Adapun, kajian akan dilakukan bagi 3.500 produk negara berkembang, termasuk Indonesia. Secara keseluruhan, saat ini data BPS menunjukkan bahwa Indonesia mengalami defisit perdagangan sebesar US$2,83 miliar sejak Januari hingga Mei. (agi/agt)