Guna merealisasikan rencana tersebut, SCG menggandeng Dow Thailand Group. Dow baru-baru ini berpartner dengan Indonesia dan India. Di Indonesia, pembangunan jalan pertama yang menggunakan campuran aspal dengan 3,5 metrik ton plastik sampah dilakukan di Depo sepanjang 2 km.
Sementara di India, lebih dari 100 metrik ton sampah digunakan untuk campuran aspal dan membangun 40 km jalan di kota Pune dan Banglore.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kolaborasi dengan Dow Thailand Group menciptakan nilai lebih pada sampah plastik. Inovasi pembangunan jalan dengan plastik daur ulang ini ramah lingkungan dan dapat memperbaiki kualitas hidup manusia," ujar CEO SCG Roongrote Rangsiyopash dalam peresmian kerja sama kedua perusahaan di sela-sela Sustainable Development Symposium 2018 di Bangkok, Senin (9/7).
Aspal campuran tersebut, menurut dia, membantu mengurangi pencemaran laut akibat serpihan sampah plastik. Produk ini juga mampu meningkatkan performa jalan dan berpotensi mengurangi emisi gas selama pembangunan jalan.
Pengembangan produk aspal perusahaan semen ini, menurut Rangsiyopash, merupakan bagian dari komitmen perusahaan yang mengusung konsep ekonomi sirkular dalam menjalankan bisnis.
Konsep ekonomi sirkular menggunakan sumber daya seefisien mungkin melalui proses daur ulang. Ini merupakan pembaharuan dari konsep ekonomi linier yang hanya mengambil sumber daya, menggunakannya, lalu membuangnya menjadi sampah.
"Ini (pembuatan produk aspal campur plastik) salah satu cara mendorong ekonomi sirkular di Thailand," tambah President of Dow Thailand Group Chatchai Luanpolcharoenchai.
Lihat juga:Trump Desak OPEC Turunkan Harga Minyak Dunia |