Kerugian terjadi karena kebocoran tersebut telah membuat pasokan gas dari PT China National Offshore Oil Corporation (CNOOC) selaku pemasok gas ke pembangkit listrik terhenti. Dampaknya, operasi satu turbin PLTGU Cilegon terganggu.
"Hitungan per hari. Kerugian kita 350 juta perangkat jam. Sekitar Rp 7 miliar lebih," katanya, Selasa (10/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski pasokan gas berhenti dan pasokan berkurang, Irwan menjamin menjamin aliran listrik ke pelanggan di Banten Utara, Banten Barat dan Banten Selatan tetap terlayani.
Pasokan listrik dari sumber tersebut dapat terus mengaliri listrik ke konsumen tegangan tinggi dan rendah asalkan tidak dalam masa perawatan.
"Selama seluruh sumber ini tidak dalam masa perawatan atau gangguan stok tidak masalah," katanya.