Penawaran tersebut akan diserahkan kepada tim evaluasi Kementerian Perdagangan AS 17 Juli mendatang. "Penawarannya apa, tidak bisa kami buka. Takutnya, kalau AD bilang tidak mau, repot nanti kami," katanya di Jakarta, Jumat (13/7) malam.
Pemerintah AS mengkaji produk impor penerima fasilitas GSP yang dihasilkan negara berkembang termasuk Indonesia. Evaluasi tersebut membuat dunia usaha dalam negeri ketar-ketir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua Bidang Hubungan Internasional dan Investasi Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) kepada CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu mengatakan agar kekhawatiran tersebut tidak terbukti, pihaknya meminta kepada pemerintah melobi pemerintah AS.
Darmin mengatakan evaluasi tersebut dilakukan karena pemerintah AS ingin memastikan bahwa Indonesia tidak menghambat bisnis Amerika di Indonesia.