"Kemarin Bank Indonesia (BI) memproyeksi neraca perdagangan Juni suprlus US$1 miliar," ujar Kevin kepada CNNIndonesia.com.
Hal ini, menurut dia, jelas akan menjadi sentimen positif karena neraca perdagangan sepanjang Januari hingga Mei 2018 tercatat defisit sebesar US$2,83 miliar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Artinya kepercayaan pelaku pasar asing untuk masuk masih ada lagi," imbuh Kevin.
"IHSG bisa di level support 5.888 kemudian resistance nya 5.993," terang Kevin.
Sementara, Analis Artha Sekuritas Juan Oktavianus Harahap mengatakan IHSG juga ditopang oleh laporan keuangan emiten perbankan yang akan dirilis pada pekan ini.
Di sisi lain, pelaku pasar mengantisipasi kenaikan suku bunga acuan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 18-19 Juli 2018.
"IHSG diprediksi menguat, level support 5.885-5.914 dan resistance 5.967-5.990," kata Juan dalam risetnya.
Sebagai informasi, sepanjang pekan lalu IHSG melambung 4,38 persen ke level 5.944 dari pekan sebelumnya di level 5.694. Alhasil, nilai kapitalisasi pasar meningkat 4,6 persen menjadi Rp6.695 triliun.
Bernasib sama, bursa saham Wall Street juga ditutup di zona hijau pada akhir pekan lalu. Bila dirinci, Dow Jones naik 0,38 persen, S&P500 naik 0,11 persen, dan Nasdaq Composite naik 0,03 persen. (agi/agi)