Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), upah riil buruh tani turun dari Rp37.847 per hari menjadi Rp38.830 per hari. Meski, secara nominal, upah meningkat 0,28 persen dari Rp50.052 per hari menjadi Rp52.200 per hari.
Kepala BPS Suhariyanto menyebutkan penurunan upah riil buruh tani terjadi karena pengaruh inflasi bulanan yang meningkat jadi 0,59 persen pada Juni lalu, dari sebelumnya 0,21 persen pada Mei 2018.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena inflasi bulanan masih fluktuasi, sehingga mempengaruhi upah riil. Makanya ke depan diperlukan pengendalian inflasi dan peningkatan pendapatan, serta kebijakan yang lebih berpihak kepada pekerja golongan ini," papar Ketjuk, sapaan akrabnya, di kantor BPS pada Senin (16/7).
Di sisi lain, upah buruh bangunan dan pembantu rumah tangga berhasil meningkat. Upah nominal buruh bangunan naik 0,12 persen menjadi Rp85.983 per hari dan upah riilnya tumbuh 0,02 persen menjadi Rp64.791 per hari.
Sementara itu, upah nominal pembantu rumah tangga naik 0,11 persen menjadi Rp392.535 per bulan, dengan upah riil meningkat 0,01 persen menjadi Rp295.784 per bulan.
"Kalau ini karena terpengaruh oleh permintaan pada jasa buruh tersebut, sehingga mereka bisa mengimbangi kenaikan inflasi," pungkasnya.