Hanya saja, Amran tak menyebut sebaran titik dan periode operasi pasar yang dimaksud, ia hanya memastikan operasi pasar dilakukan secara besar-besaran.
"Operasi pasar yang kami lakukan akan besar-besaran, terutama Jakarta dan kota-kota besar," jelas Amran di Istana Bogor, Rabu (18/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini, lanjut dia, terlihat dari disparitas harga telur dari produsen dengan penjual eceran. Menurut data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), rata-rata harga telur ayam ras nasional mencapai Rp27.200 per kilogram (kg). Namun, di tingkat produsen, harga telur ayam hanya berada di kisaran Rp18 ribu per kg.
Indonesia malah mengalami surplus produksi telur, sehingga ia meyakini pangkal masalah bukan berada pada hulu produksi. Data Kementerian Pertanian mencatat, produksi telur antara Januari hingga Mei tercatat 733.421 ton, sementara kebutuhannya terbilang 722.508 ton. Artinya, ada surplus telur sekitar 10.913 ton.
"Apalagi kan Indonesia sudah bisa ekspor telur. Makanya nanti kami akan operasi pasar besok," ujarnya. (lav)