"Saya malah mengusulkan juga kita hentikan impor mobil yang di atas 3.000 cc. Tidak usah impor yang Ferrari, tidak usah impor Lamborghini, dan macam-macam itu supaya mengurangi faktor-faktor impor," ujar JK saat menghadiri Business Launch "Waspada Ekonomi di Tahun Politik" di Hotel Aryaduta Jakarta, Selasa (2/8).
Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) selama Januari-Juni 2018, neraca dagang Indonesia defisit US$1,02 miliar. Padahal, pada periode yang sama tahun lalu, neraca perdagangan Indonesia masih surplus US$7,63 miliar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut JK, secara teori, mengurangi tekanan defisit neraca perdagangan mudah, yaitu dengan mendorong ekspor dan megurangi impor. Namun, dalam praktiknya, ia mengaku hal itu tak semudah yang dikatakan.
"Begitu kita ancam kita tidak lagi membeli Airbus itu semua Duta Besarnya datang ke kantor saya untuk mengklarifikasi 'Jangan Pak'," ujarnya.
Lihat juga:Jokowi: Kami Perlu Hemat Dolar |
Di sisi impor, pemerintah juga masih mengkaji barang-barang yang sebenarnya bisa diproduksi di dalam negeri tetapi masih diimpor.
Sebenarnya, lanjut JK, pengusaha juga bisa berperan untuk memperbaiki defisit neraca perdagangan dan transaksi berjalan. Berdasarkan data Kementerian Perekonomian, hanya sekitar 80 persen Devisa Hasil Ekspor (DHE) yang masuk ke Indonesia, yang dalam waktu sebentar langsung keluar lagi. Karenanya, perlu suatu ketegasan agar seluruh DHE masuk ke Indonesia.
"Kita salah satu negara yang devisa terlalu bebas setelah deregulasi tahun 1980-an dan juga pada waktu krisis 1998 kita sangat mempermudah keluar masuknya devisa," ungkapnya.
[Gambas:Video CNN] (agi)