Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat inflasi inti Juli 2018 sebesar 0,41 persen secara bulanan dan 2,87 persen secara tahunan.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan hal ini karena secara musiman biasanya terjadi peningkatan harga, karena adanya musim ajaran baru sekolah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, ia menilai pelemahan rupiah tidak menjadi penyebab membengkaknya inflasi inti pada bulan lalu. "Kami tidak melihat adanya suatu dampak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap inflasi, kami tidak lihat ada dampak itu," katanya.
Menurut Darmin, inflasi inti terjadi karena tingginya harga barang impor yang terkerek oleh pelemahan rupiah. Maklum saja, nilai tukar rupiah saat ini berada di kisaran Rp14.400 per dolar AS.
"Biasanya inflasi inti itu ada di bawah 0,4 persen. Biasanya memang inflasi inti rendah," pungkasnya.
Secara keseluruhan, BPS mencatat inflasi bulanan Juli 2018 sebesar 0,28 persen. Sedangkan inflasi tahunan sebesar 3,18 persen. (lav)