Setidaknya, kata mantan Bos Bursa Efek Indonesia (BEI) itu, dampak beleid itu adalah pengurangan pendapatan CMNP. Namun, Tito mengaku tidak menghitung jumlah pengurangan pendapatannya.
"Pasti akan ada pengurangan pendapatan tapi enggak masalah," terang Tito di Jakarta, Sabtu (4/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita enggak itung, kita 9 hari (buka tutup) tidak apa-apa, asal jangan terus-terusan," ujarnya.
"Kalau Asian Games sukses, ya mudah-mudahan tahun politik tahun depan tidak terasa karena ekonomi dampaknya meningkat," ungkapnya.
"Rule of thumb di dunia seperti itu setelah event olahraga Olimpiade, Asian Games itu ekonomi naik. Okelah Brasil tidak terbukti, tapi yang lain terbukti," lanjut dia.
Namun, kalangan pengusaha dan pelaku bisnis jasa logistik meminta waktu penutupan itu dipangkas karena akan berdampak buruk terhadap kelancaran arus pengiriman barang.
"Kemarin kita mengatur mulai jam 06.00-21.00 WIB malam kita kurangi menjadi 06.00-19.00 karena kita mempertimbangkan efektivitas arus logistik tidak boleh terganggu terlalu lama, kemudian (dari) aspirasi yang berkembang di masyarakat terutama pengusaha-pengusaha," ujar Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek Bambang Prihartono, di Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (1/8). (evn)