Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Arbonas Hutabarat mengatakan penurunan cadev digunakan bank sentral untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.
Maklum saja, kurs rupiah terus anjlok dari hari ke hari. Pada awal tahun ini, nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp13.400-13.500 per dolar Amerika Serikat (AS), namun kini rupiah terpuruk hingga ke kisaran Rp14.400 per dolar AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati begitu, Arbonas bilang, jumlah cadev ini masih cukup untuk kebutuhan pembiayaan sekitar 6,9 bulan impor atau 6,7 bulan impor dan pembaayran utang luar negeri pemerintah.
Sebelumnya, dengan risiko terus melorotnya cadev demi menjaga nilai tukar rupiah, BI dan pemerintah berkomitmen untuk menggenjot kinerja sektor yang paling tinggi menyumbang devisa bagi negara, yaitu kelapa sawit dan pariwisata. (agi)