Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan proses lelang untuk tahun depan baru bisa dilakukan jika Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyetujui anggaran Kementerian PUPR tahun anggaran 2019.
"Nanti saya akan coba November (mulai lelang), nanti begitu DPR ketok, kami mulai," ucap Basuki, dikutip Rabu (8/8)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada 2018, Kementerian PUPR menargetkan melelang 9.740 paket pekerjaan dengan nilai yang diperkirakan mencapai Rp82 triliun.
Adapun, Basuki menjelaskan masih ada 1.000 paket pekerjaan yang seharusnya dilelang pada tahun lalu belum juga dilakukan hingga saat ini.
"Kalau belum dilelang sampai Akhir Agustus ini akan dikembalikan, kata Basuki.
Dalam hal ini, Kementerian PUPR akan mengembalikan dana anggaran yang diperuntukkan untuk lelang tersebut ke pemerintah. Basuki menegaskan tak hanya ingin menaikkan jumlah serapan tanpa kepastian lelang itu sendiri.
"Kalau belum kontrak saya ambil resiko, siap matikan saja, daripada sekedar meningkatkan penyerapan anggaran, itu lebih tidak baik," tegas Basuki.
Terkait proyeknya sendiri, ia mengatakan paket pekerjaan itu terbilang tak signifikan pengaruhnya dalam pembangunan infrastruktur dalam negeri.
"Operasi dan pemeliharaan irigasi-irigasi kecil, dan pembenahan kecil," pungkas Basuki. (agi)