Pembangunan Tol Batang Meleset Dari Target
Agus Triyono | CNN Indonesia
Kamis, 09 Agu 2018 13:11 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengerjaan ruas Jalan Tol Batang- Pemalang molor dari target. Berdasarkan kontrak, proyek tersebut harusnya sudah selesai Juni kemarin.
Tapi sampai dengan saat ini proyek tersebut belum kelar juga. Kepala Hubungan masyarakat PT Waskita Karya Pemalang Batang Tol Road (PBTR) Misbachul Huda mengatakan bahwa pembangunan tol tersebut memang menghadapi kendala.
Kendala tersebut salah satunya berkaitan dengan lahan proyek yang belum bebas.
"Ada sisa lahan yang belum terbebaskan dan pengerjaan akses tol atau exit di Pekalongan," katanya seperti dikutip dari Antara, Kamis (9/8).
Karena masalah tersebut pihaknya harus merubah desain proyek.
Akibat perubahan desain tersebut, pihaknya juga harus menambah jumlah lahan yang digunakan untuk melaksanakan proyek.
Saat ini, proses pembebasan lahan tambahan tersebut tengah berjalan.
Misbachul berharap pembebasan lahan tambahan tersebut segera selesai dan Tol Batang-Pemalang bisa dituntaskan.Targetnya, proyek tersebut bisa digunakan sebelum Natal dan Tahun Baru nanti.
Saat ini, pembangunan proyek sudah mencapai 90 persen.
(antara)
Tapi sampai dengan saat ini proyek tersebut belum kelar juga. Kepala Hubungan masyarakat PT Waskita Karya Pemalang Batang Tol Road (PBTR) Misbachul Huda mengatakan bahwa pembangunan tol tersebut memang menghadapi kendala.
Kendala tersebut salah satunya berkaitan dengan lahan proyek yang belum bebas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena masalah tersebut pihaknya harus merubah desain proyek.
Akibat perubahan desain tersebut, pihaknya juga harus menambah jumlah lahan yang digunakan untuk melaksanakan proyek.
Saat ini, proses pembebasan lahan tambahan tersebut tengah berjalan.
Misbachul berharap pembebasan lahan tambahan tersebut segera selesai dan Tol Batang-Pemalang bisa dituntaskan.Targetnya, proyek tersebut bisa digunakan sebelum Natal dan Tahun Baru nanti.
Saat ini, pembangunan proyek sudah mencapai 90 persen.
(antara)