Tunggu Deklarasi Capres-Cawapres, IHSG Ditutup di Zona Merah

Dinda Audriene Muthmainah , CNN Indonesia | Kamis, 09/08/2018 16:43 WIB
Tunggu Deklarasi Capres-Cawapres, IHSG Ditutup di Zona Merah Ilustrasi pergerakan saham. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang hari ini disinyalir tak lepas dari perkembangan politik dalam negeri jelang deklarasi pasangan  calon presiden dan wakil presiden dalam pemilihan presiden (pilpres) 2019.

Sejumlah analis efek berpendapat pelaku pasar fokus terhadap isu politik jelang pendaftaran terakhir pasangan calon presiden dan wakil presiden pilpres pada esok hari, Jumat (10/8). IHSG pada perdagangan sore ini terkoreksi tipis sore ini sebesar 0,48 persen atau 29,57 poin ke level 6.065.

RTI Infokom menunjukkan mayoritas saham atau sebanyak 227 saham bergerak melemah, 152 saham menguat, dan sisanya 121 saham bergerak stagnan.


"Pelaku pasar biasanya akan melihat sosok calon presiden dan wakil presiden, siapa orangnya lalu bagaimana rekam jejaknya. Bagaimana dia selama ini," kata Pengamat Pasar Modal Reza Priyambada kepada CNNIndonesia.com, Kamis (9/8).


Sejauh ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) disebut-sebut akan menggandeng Mahfud MD sebagai pasangannya dalam pilpres 2019, sedangkan Prabowo Subianto akan berpasangan dengan Sandiaga Uno.

"Di pasar sudah mulai beredar nama, belum pasti memang tapi nama itu direspons oleh pelaku pasar," terang Reza.

Di sisi lain, perkembangan politik ini dijadikan sentimen oleh pelaku pasar di tengah sepinya sentimen bagi pasar modal setelah data kinerja keuangan emiten tak lagi berpengaruh terhadap laju IHSG.

"Padahal kalau dilihat secara fundamental juga tidak ada pengaruhnya," ujar Reza.


Pelemahan IHSG juga tak lepas dari sikap pelaku pasar asing yang lebih banyak menjual sahamnya sejak kemarin. Tercatat, pelaku pasar asing jual bersih (net sell) di seluruh pasar sebesar Rp64,8 miliarl. Khusus di pasar reguler, asing melakukan jual bersih sebesar Rp35,62 miliar.

Dihubungi terpisah, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi mengatakan pilpres tak pernah mempengaruhi atau memberikan sentimen negatif untuk indeks.

"Yang sudah-sudah setiap pilpres, IHSG tidak turun kok, apalagi pengumuman pasangan calon presiden dan wakil presiden," kata Inarno.

Data BEI menunjukkan pada 2014 lalu IHSG melonjak 44,56 persen, kemudian 2009 naik 86,98 persen, dan 2014 kemarin IHSG naik 22,29 persen
(agi/agi)


BACA JUGA