Realisasi Investasi Sektor ESDM Baru 25 Persen Target

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Sabtu, 11/08/2018 04:31 WIB
Realisasi Investasi Sektor ESDM Baru 25 Persen Target Kilang minyak. (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat realisasi investasi di sektor ESDM pada semester I tahun ini baru mencapai US$9,48 miliar atau sekitar Rp127,03 triliun (Asumsi kurs APBN 2018 sebesar Rp13.400 per dolar AS). Capaian tersebut baru sekitar 25,5 persen dari target investasi sektor ESDM tahun ini yang mencapai US$37,2 miliar.

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengungkapkan rendahnya harga energi global dalam tiga tahun terakhir menjadi tantangan bagi sektor ESDM. Padahal, pemerintah menginginkan investasi di sektor ESDM meningkat setiap tahunnya.

"Perlu kami awasi dan evaluasi terus menerus agar target (investasi) tersebut dapat tercapai," ujar Arcandra saat berbincang dengan awak media, Jumat (10/8).


Jika dirinci, mayoritas realisasi investasi pada paruh pertama tahun ini berasal dari sektor minyak dan gas bumi (migas) sebesar US$5,11 miliar. Kemudian, investasi dari sektor ketenagalistrikan mengekor sebesar US$2,83 miliar.


Selanjutnya, realisasi untuk sektor pertambangan baru mencapai US$790 juta. Sebesar US$750 juta sisanya berasal dari realisasi investasi di sektor energi baru, terbarukan, dan konservasi energi (EBTKE).

Ke depan, untuk mempercepat laju investasi, pemerintah akan terus melakukan berbagai upaya. Pertama, pemerintah akan menghapus regulasi dan perizinan yang menghambat investasi. Selama Januari hingga Maret 2018, Kementerian ESDM telah menghapus maupun menyederhanakan sekitar 186 regulasi atau perizinan.

Selain itu, pemerintah juga melakukan pendampingan atau fasilitasi investasi. Lebih lanjut, pengambilan keputusan strategis juga akan dipercepat.


Secara terpisah, Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi menambahkan realiasi investasi hingga tengah tahun belum bisa menjadi representasi dari capaian akhir tahun. Misalnya, di sektor hulu dan hilir migas, realisasi investasi biasanya akan terjadi percepatan di paruh kedua setiap tahunnya.

"Mudah-mudahan di akhir tahun bisa tercapai targetnya, kami berusaha untuk mencapainya," ujar Agung.

Sebagai informasi, realisasi investasi di sektor ESDM terus menurun dari tahun ke tahun. Pada 2014, realisasi investasi sektor ESDM mencapai US$33,5 miliar. Selang setahun, turun menjadi US$32,3 miliar. Pada 2016, investasi sektor investasi merosot jadi US$29,7 miliar.

Pada 2017, realisasi investasi di sektor ESDM semakin melandai jadi US$27,5 miliar. Rinciannya, sektor migas mengambil porsi US$11 miliar, sektor ketenagalistrikan US$9,1 miliar, sektor pertambangan US$6,1 miliar, dan sektor EBTKE US$1,3 miliar (agi/agi)


ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA