Investasi tersebut rencananya ditanam di Halmahera, Maluku.
Investasi yang digelontorkan untuk membangun pabrik baja dan lithium tersebut akan dikucurkan secara bertahap dalam beberapa tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Ridwan Djamaluddin mengatakan bahwa pembangunan pabrik dilakukan investor Perancis dan China tersebut dilakukan dengan skema business to business.
Kedua perusahaan tersebut sudah menyampaikan rencana investasi mereka ke Kantor Kementerian Koordinator Kemaritiman.
"Menko Kemaritiman diajak hadir dalam pencanangan pabrik tersebut," katanya.
(agt)