Jokowo menjelaskan peningkatan anggaran bansos dilakukan guna mengejar target penurunan angka kemiskinan dari 9,82 persen pada Maret 2018 menjadi ke kisaran 8,5 persen-9,5 persen pada tahun depan.
"Pemerintah terus berkomitmen untuk memberikan jaminan perlindungan sosial, khususnya bagi 40 persen penduduk termiskin," ucap Jokowi dalan Sidang Penyampaian Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 di Gedung MPR/DPR, Kamis (16/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertama, membiayai peningkatan target jumlah penerima bantuan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang ditargetkan meningkat dari 92,4 juta jiwa pada tahun lalu menjadi 96,8 juta jiwa pada tahun depan.
Keempat, untuk memperkuat program Reforma Agraria dan Perhutanan Sosial (RAPS) untuk penataan aset produktif dan keberpihakan terhadap para petani dan rakyat kecil.
"Bersamaan dengan itu, kami akan melanjutkan program sertifikat untuk rakyat dengan target 9 juta sertifikat pada 2019, sehingga diharapkan pada periode 2014-2019 dapat diterbitkan 25 juta sertifikat," jelasnya.
Lihat juga:DPR Minta Jokowi Realistis Susun APBN 2019 |
Kelima, membiayai peningkatan jumlah penerima program bidikmisi dari 401,7 ribu siswa menjadi 471,8 ribu siswa.
Keenam, demi meningkatkan subsidi bunga kredit pembiayaan ultra mikro untuk 1,4 juta debitur dan memperluasnay ke usaha mikro pesantren. Selain itu, peningkatan akses modal untuk masyarakat kecil ini juga diwujudkan dengan memberikan insentif pemotongan pajak bagi UMKM dari 1 persen menjadi 0,5 persen.
"Berbagai program sosial tersebut merupakan wujud nyata kehadiran negara melindungi masyarakat Indonesia," pungkasnya. (agi/bir)