Dikutip dari Antara, Kepala Bagian Pembangunan Sekretariat Kabupaten Penajam Paser Utara Nicko Herlambang mengatakan proyek pembangunan jembatan tol penghubung Penajam-Balikpapan saat ini dalam proses lelang di Badan Pengawas Jalan Tol (BPJT).
Dia memprediksi lelang investasi proyek pembangunan jembatan tol penghubung dari titik Nipah-Nipah, Kabupaten Penajam Paser Utara menuju Melawai, Kota Balikpapan di BPJT tersebut berjalan sekitar dua bulan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada rapat kualifikasi, menurut Nicko Herlambang, pembangunan jembatan tol penghubung Penajam-Balikpapan tersebut ditetapkan menggunakan material beton dan baja seperti jembatan di luar negeri.
Pembangunan fisik jembatan penghubung di atas Teluk Balikpapan sepanjang 6 kilometer dengan lebar 33 meter yang merupakan ide atau gagasan mantan Bupati Penajam Paser Utara Yusran Aspar dan Wakil Bupati Mustaqim MZ sejak 2014 tersebut, ditargetkan dimulai Oktober atau November 2018.
Tim pemrakarsa sebagai inisiator pembangunan jembatan tol penghubung dengan ketinggian ruang bebas setinggi 50 meter dari permukaan air laut tertinggi tersebut sudah melebur menjadi satu dalam Badan Usaha Milik Daerah atau BUMD.
Pembangunan jembatan tol penghubung di atas Teluk Balikpapan itu dengan saham gabungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur 20 persen, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara 15 persen, Pemerintah Kota Balikpapan lima persen, dan PT Waskita Karya sebesar 60 persen. (age)