Analis Senior Advisor CSA Research Reza Priyambada mengatakan sentimen itu akan menarik lebih banyak aksi beli dari pelaku pasar hari ini. Dengan begitu, potensi IHSG berpeluang semakin kokoh hingga Selasa (21/8) sore nanti.
"Kenaikan diharapkan masih dapat berlanjut untuk mempertahankan awal mula tren kenaikan," papar Reza dalam risetnya, dikutip Selasa (21/8).
Sebagai informasi, rupiah pada penutupan kemarin berakhir di level Rp14.588 per dolar AS atau menguat tipis sebesar 0,03 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Diharapkan IHSG selanjutnya dapat bertahan di atas support 5.846-5.862 dan resistance diharapkan dapat menyentuh kisaran 5.912-5.922," terang Reza.
Lihat juga:Rupiah Menguat, BI Ingatkan Tekanan The Fed |
Berbeda pendapat, Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan menilai IHSG masih kekurangan sentimen positif dari dalam negeri untuk menopang pergerakannya dalam jangka panjang.
"IHSG diprediksi menguat, support 5.795-5.843 resistance 5.927-5.967," kata Dennies dalam risetnya.
Informasi saja, IHSG pada perdagangan kemarin berhasil menguat cukup tinggi sebesar 1,87 persen ke level 5.892. Namun, pelaku pasar asing masih tercatat jual bersih di pasar reguler sebesar Rp345,95 miliar. (lav)