Sebanyak 54 emiten tercatat mengalami kenaikan harga saham, 89 saham emiten menurun, dan 94 emiten tak berubah.
Analis Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya menilai indeks saham masih akan berada dalam rentang konsolidasi wajar menutup akhir pekan ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, peluang itu terlihat dari data perekonomian nasional. Ekspektasi terhadap arus balik dana investasi dari luar negeri masih cukup besar, dan dapat kembali mendorong kenaikan IHSG.
Analis Saham Teknikal PT Reliance Sekuritas Lanjar Nafi berpendapat, investor menanti pertemuan bank sentral global, setelah bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve mengisyaratkan tidak ada perubahan pada laju pengetatan kebijakan moneternya.
Dolar AS menguat pada mayoritas mata uang setelah The Fed menyatakan siap melakukan peningkatan suku bunga jika kondisi ekonomi terus berekspansi.
Pada penutupan perdagangan kemarin, IHSG naik 38,68 poin atau 0,65 persen ke level 5982 dengan sektor keuangan menjadi pendorong penguatan.
Spekulasi positif pada pertumbuhan kredit Indonesia yang mampu mengimbangi tren penguatan suku bunga menjadi angin positif disektor perbankan. Investor asingpun terlihat melakukan aksi beli bersih sebesar Rp552,3 miliar, setelah rentetan aksi jual menghantui sejak pekan lalu meskipun rupiah tertekan hingga Rp14.638 per dolar AS.
Indeks saham Asia ditutup bervariasi dengan pelemahan pada indeks TOPIX -0,01 persen dan Hangseng -0,49 persen, sedangkan penguatan Indeks Nikkei, Indeks CSI, dan Indeks Kospi masing-masing tumbuh 0,22 persen, 0,37 persen, dan 0,41 persen. (lav)