Ketua Asosiasi Peritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey menjelaskan pelemahan rupiah tak akan berdampak pada kenaikan harga barang ritel dalam waktu dekat. Pasalnya, mayoritas barang ritel saat ini merupakan produk domestik.
"Saat ini produsen masih menggunakan stok barang 3-4 bulan lalu. Selagi produsen tidak menaikkan harga, kami tidak akan menaikkan harga," ujar Roy kepada CNNIndonesia.com, Selasa (4/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati demikian, menurut Roy, kenaikan harga barang kemungkinan bakal terjadi pada semester dua. Saat itu, peritel kemungkinan sudah memperbarui stok barang yang harganya berpotensi mengalami penyesuaian akibat harga bahan baku yang naik seiring pelemahan dolar AS.
"Saat ini sebagian besar peritel itu produknya lokal sesuai aturan Menteri Perdagangan sekitar 80 persen, maksimal produk impor hanya 20 persen. Kecuali peritel yang single brand store atau stand alone brand store," terang Roy.
Perkiraan barang-barang yang akan mengalami kenaikan harga di semester 2 karena bahan bakunya masih diimpor, antara lain:
1. Beras
2. Gula Pasir
3. Daging sapi
4. Mentega dan Susu
5. Kosmetik
6. Obat
7. Handphone
8. Elektronik (agi/bir)