Bank Indonesia (BI) mengklaim gelaran sidang tahunan Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia (IMF-World Bank) di Nusa Dua, Bali, bisa menjadi momentum perbaikan defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) Indonesia.
Kepala Satuan Tugas (Satgas) IMF-World Bank Peter Jacobs mengatakan jumlah peserta yang hadir bisa mencapai 15 ribu orang dari berbagai negara dan akan membawa masuk valuta asing (valas) ke Indonesia.
"Jadi ini momentum ya, untuk acara seminggu kan berapalah bantu ekonomi sama CAD, mungkin memang butuh waktu tapi ini momennya," ungkap Peter, Rabu (5/9).
Melalui gelaran IMF-WB, Peter menyebut banyak warga asing yang akan menyumbang devisa untuk Indonesia, khususnya di devisa di sektor pariwisata.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka akan beli souvenir, sewa mobil, ballroom, bikin event, dan lain-lain. Bukan hanya di Bali tapi secara nasional," papar Peter.
Berdasarkan data BI, defisit transaksi berjalan pada kuartal II 2018 melebar US$8 miliar atau telah mencapai tiga persen terhadap PDB. Sementara, pada kuartal I 2018 jumlah defisit transaksi berjalan masih sebesar US$5,7 miliar atau 2,2 persen terhadap PDB.
Sebelumnya, Deputi Gubernur Senior Mirza Adityaswara mengatakan defisit neraca transaksi berjalan bisa menyempit pada 2025 mendatang, asalkan devisa pariwisata bisa menyumbang sebesar US$25 miliar.
Ia menjelaskan pemerintah sendiir menargetkan bisa mendapatkan devisa dari sektor pariwisata US$25 miliar pada 2024.