Realisasi pembukuan kontrak baru tersebut sudah mencapai 55 persen dari target sebesar Rp49 triliun yang ditetapkan perusahaan pada sepanjang 2019 ini. Secara lebih rinci, Lukman mengatakan pencapaian kontrak tersebut Rp22 triliun di antaranya didapat oleh induk perseroan.
Lihat juga:Masa Keemasan Emiten Konstruksi Memudar |
"Anak perusahaan dapat Rp5,19 triliun," katanya seperti dikutip dari Antara, Senin (10/9).
Lukman mengatakan kontrak baru tersebut berasal dari banyak proyek besar yang sedang digenjot pemerintah saat ini. Pertama sebesar Rp5,58 triliun, didapat dari Proyek Bandara Kulon Progo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keempat sebesar Rp1,02 triliun dari Proyek Dermaga Patimban Subang. Kelima sebesar Rp85 miliar dari pembangunan Hotel Mandalika Paramount.
Kedelapan sebesar Rp559 miliar, dari proyek Bandara Syamsudin Noor. "Sampai dengan Juli, perolehan kontrak baru dari BUMN cukup mendominasi," katanya.