Dengan rincian, LS Cable & System yang akan bermitra dengan PT Artha Metal Sinergi untuk pengembangan industri kabel listrik di Karawang, Jawa Barat, senilai US$50 juta.
Kemudian, Parkland dan Taekwang Industrial yang akan membangun industri alas kaki di Pati, Jawa Tengah, dan Subang, Jawa Barat, dengan investasi masing-masing US$75 juta dan US$100 juta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu, Sae-A Trading akan membangun industri tekstil dan garmen di Tegal, Jawa Tengah, dengan nilai investasi US$36 juta. World Power Tech dengan mitra lokal PT NW Industries yang akan mengembangkan manufaktur turbin dan boiler di Bekasi, dengan nilai investasi US$85 juta.
Tak ketinggalan Intervest dengan menggandeng Kejora Ventures yang akan memarkirkan modalnya hingga US$100 juta untuk jasa pembiayaan startup (modal ventura) di Jakarta.
Ia berharap, kerja sama yang terjalin dapat mendorong industri manufaktur nasional untuk lebih meningkatkan nilai tambah bahan baku dalam negeri, sekaligus menambah penyerapan tenaga kerja lokal. Ia meyakini hal itu dapat memacu pertumbuhan ekonomi, terutama melalui program hilirisasi.
Sinergi yang terbangun itu juga diharapkan akan mendukung implementasi Making Indonesia 4.0 dengan membangun ekosistem inovasi dan transfer teknologi yang berkelanjutan.
"Kami optimis hubungan kedua negara sangat menjanjikan pada tahun-tahun mendatang dan itu akan menjadi dasar yang kuat untuk hubungan lebih lanjut antar kedua negara," imbuh Airlangga. (bir)