Ia mengatakan saat ini belum ada satu pihak swasta pun yang mengajukan penawaran. "KPBU sedang persiapan dokumen-dokumen. Akhir September atau Oktober akan pra kualifikasi," papar Tohir, Rabu (12/9).
Menurut Tohir, pemerintah tak membatasi pengelolaan oleh pihak Badan Usaha Milik Negara (BUMN) saja, melainkan juga perusahaan swasta. Selain itu, pemerintah juga membuka pintu selebar-lebarnya bagi perusahaan asing untuk mengelola pelabuhan tersebut.
"Yang tertarik justru Jepang, karena banyak kawasan industri di sana yang berasal dari Jepang. PT Pelindo II berminat, tapi belum mengajukan," jelas Tohir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi ada beberapa bidang lahan yang harus dibebaskan, seperti di akses road ada 120 bidang tanah, ini lebih kurang hampir 40 bidang sudah dibebaskan," papar Tohir.
Selain itu, Indonesia juga bekerja sama dengan perusahaan asal Jepang bernama Penta Ocean, Toa, dan Rinkai.
(agt)