Analis Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan IHSG secara jangka panjang masih memiliki masa depan yang cerah, meski saat ini sedang terkoreksi.
"Proses kenaikan masih akan terus terlihat hingga beberapa waktu mendatang mengingat support level tahan uji," papar William dalam risetnya, dikutip Kamis (13/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"IHSG terlihat akan bergerak dalam rentang konsolidasi wajar ditengah minimnya sentimen yang beredar," ucap William.
Menurutnya, pelaku pasar bisa mencermati saham dengan nilai kapitalisasi besar (big capitalization/big cap), seperti PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), dan PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP).
"Sehingga diperkirakan IHSG masih akan bergerak mencoba menguat terbatas menguji kembali resistance MA5 hingga MA50 dengan range pergerakan 5.770-5.890," kata Lanjar melalui risetnya.
Demi mengeruk cuan, pelaku pasar disarankan untuk mengambil posisi pada saham berbasis tambang, di antaranya PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Harum Energy Tbk (HRUM).
Informasi saja, IHSG terkoreksi pada perdagangan kemarin sebesar 0,56 persen atau 32,96 poin ke level 5.798. Padahal, mayoritas saham atau sebanyak 207 saham bergerak menguat.
Sementara itu, bursa saham Wall Street bergerak bervariasi tadi malam. Dow Jones dan S&P500 berhasil menguat masing-masing sebesar 0,11 persen dan 0,04 persen, sedangkan Nasdaq Composite turun 0,23 persen (agi)