"Pesan yang disampaikan adalah permintaan dukungan terhadap produk kelapa sawit Indonesia," tutur Wakil Menteri Luar Negeri M Fachir di Kompleks Istana Kepresidenan.
Permintaan disampaikan karena Jokowi menyoroti nasib 17 juta petani Indonesia yang bergantung pada produksi kelapa sawit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Cuma 20 Persen Pengaruh Global ke Ekonomi RI |
Permintaan itu disambut baik Milan. Dalam pertemuan, Milan menyatakan Ceko tak memiliki permasalahan terkait, sehingga siap membantu perjuangan Indonesia melawan kampanye hitam.
"Dia katakan, kami sebenarnya tidak memiliki persoalan, karena itu kami tentu akan ikut persoalan ini segera diselesaikan," kata Fachir mengutip Milan.
"Meminta dukungan Ceko agar bisa membantu mempercepat konklus IU-CEPA," tuturnya.
Pembahasan ini dilakukan sejak dua tahun lalu dan belum mendapat titik temu hingga saat ini.
Perundingan dilakukan guna mencapai peningkatan dalam perdagangan barang, hak kekayaan intelektual, persaingan usaha, UMKM, perdagangan barang dan jasa pemerintah, aturan standar, serta pengembangan kapasitas.
Sebelumnya, Jokowi secara langsung menyampaikan terima kasih kepada Ceko karena menjadi salah satu negara di Eropa yang mengakui kemerdekaan Indonesia.
Dukungan juga diberikan Ceko ketika Indonesia berjuang masuk dalam Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) 2019-2020. (chri/bir)