"Pelaku pasar masih mengantisipasi kemungkinan tersebut," katanya seperti dikutip dari risetnya, Selasa (25/9).
Selain dari potensi kenaikan suku bunga, pelemahan IHSG juga akan dipicu oleh antisipasi pasar terhadap perang dagang yang masih terjadi antara AS dan China. Walaupun melemah, Dennies mengatakan penurunan IHSG tidak akan tajam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Analis Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan sebaliknya. Ia mengatakan fundamental ekomomi dalam negeri masih cukup bagus akan menopang pergerakan IHSG dalam beberapa waktu mendatang.
Selain itu, Wiliam juga mengatakan IHSG juga akan tertopang olah rilis laporan keuangan sejumlah emiten. Kinerja keuangan sejumlah emiten yang positif di kuartal III akan menopang pergerakan IHSG.
Pergerakan anomali terlihat anomali karena pelaku pasar asing masih mencatatkan beli bersih atau net buy di pasar reguler sebesar 233,38 miliar. Namun, rupanya IHSG tak melemah sendiri. Mayoritas indeks di bursa saham Wall Street juga terkoreksi tadi malam, misalnya Dow Jones turun 0,68 persen, S%P500 turun 0,35 persen, dan NYSE Composite turun 0,56 persen.
(agt/agt)