Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan mengatakan selain depresiasi rupiah, laju IHSG juga akan terhambat sentimen perang dagang antara AS dan China.
"Perang dagang kembali memanas setelah pihak AS juga menolak untuk melakukan pembicaraan dengan China," kata Dennies dalam risetnya, Rabu (3/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Senada, Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi memaparkan secara teknikal IHSG cenderung turun pada perdagangan hari ini. Lanjar sepakat dengan Dennies bahwa pelemahan rupiah terhadap dolar AS menjadi faktor utama penekan IHSG. Depresiasi mata uang Garuda yang tembus Rp15 ribu per dolar AS merupakan pertama kalinya dalam 20 tahun terakhir.
"Diperkirakan pergerakan IHSG masih cenderung tertekan menutup gap dengan support resistance 5.820-5.920," kata Lanjar.
Kendati demikian, sejumlah saham emiten masih layak dikoleksi, seperti AKRA, JPFA, PTBA, INKP, PTPP, dan TRAM.
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup melemah 68,98 poin atau 1,16 persen ke posisi 5.875,62. Koreksi terjadi setelah rupiah tembus ke Rp15 ribu per dolar AS.
Sementara itu, saham-saham di Wall Street ditutup bervariasi pada perdagangan Selasa waktu setempat. Tiga indeks utamanya, Dow Jones naik 122,73 poin atau 0,46 persen menjadi 26.773,94 poin, S&P 500 turun 1,16 poin atau 0,04 persen menjadi 2.923,43 poin, dan Nasdaq turun 37,76 poin atau 0,47 persen menjadi 7.999,55 poin. (ulf/agi)