Nilai pertanggungan itu mencakup 753 unit bangunan atau kelompok bangunan di Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.
Jumlah tersebut berdasarkan database eksposur risiko yang tercatat melalui sesi risiko gempa bumi di PT Reasuransi MAIPARK Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nilai itu sekitar empat kali besar risiko yang disesikan ke MAIPARK yang terdiri atas bangunan, isi bangunan dan kerugian usaha (business interruption)," kata Dody dikutip dari keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com, Rabu (3/10).
"Dengan kondisi lapangan yang masih kurang kondusif, memang dibutuhkan waktu untuk memproses dan menghitung potensi klaim," ujar Dody.
Dody meminta perusahaan asuransi umum untuk segera melakukan proses penanganan klaim secara profesional untuk memudahkan koordinasi penanganan klaim. Jika perlu, perusahaan asuransi umum menyediakan pusat layanan dan posko penanganan klaim serta melakukan jemput bola agar meringankan beban masyarakat yang tertimpa musibah.
"Tertanggung yang memiliki polis asuransi gempa bumi dan mengalami kerugian akibat risiko gempa bumi tersebut dapat segera melaporkan kerugiannya kepada perusahaan asuransi umum penerbit polis," tukas dia.