Ekspor tersebut naik jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya US$270,36 juta atau setara Rp4,07 triliun. Selain ekspor, Airlangga Hartarto mengatakan industri mainan juga memberikan kontribusi bagi ekonomi dalam negeri.
Kontribusi terlihat dari angka produksi mereka. Pada tahun lalu, kapasitas industri mainan dalam negeri mencapai 4.575 ton. Total nilai kapasitas produksi tersebut mencapai Rp10,7 triliun lebih.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kontribusi lain, kata Airlangga, juga bisa dilihat dari investasi. Disebutkan nilai investasi industri mainan berhasil menembus Rp410 miliar. Investasi tersebut mampu menciptakan lapangan kerja bagi 23.116 orang.
"Sektor ini tergolong padat karya dan memberikan efek ganda bagi ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," katanya seperti dikutip dari situs Kementerian Perindustrian, Kamis (4/10).