Institusi Investasi Bikin Gerakan Ayo Belajar Pasar Modal

Tim, CNN Indonesia | Minggu, 07/10/2018 10:29 WIB
Institusi Investasi Bikin Gerakan Ayo Belajar Pasar Modal Prime Academy, salah satu institusi edukasi investasi independen, membuat kampanye Ayo Belajar Pasar Modal. (Dok. Primce Academy)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) mencanangkan kampanye Yuk Nabung Saham (YNS) sejak November 2015 yang mengajak masyarakat berinvestasi di pasar modal sebagai alternatif dari menabung di bank.

Hal ini dikarenakan banyaknya dana mengendap atau biasa disebut uang diam yang meng-"gemuk" di rekening bank.

Namun, karena tidak didukung edukasi proporsional, sosialisasi dinilai ini kurang menjangkau masyarakat di pelosok daerah atau investor awam yang hanya mengenal bank sebagai lembaga investasi.


Hal inilah yang menggerakan para pendiri Prime Academy, salah satu institusi edukasi investasi independen, untuk membuat kampanye Ayo Belajar Pasar Modal.

Wayne Ramshie, selaku Pendiri dan Direktur Eksekutif Prime Academy memaparkan kampanye ini dalam konferensi pers yang diadakan Jumat lalu (05/10).

"Kami (Prime Academy) memang bertujuan untuk membuat sukses kampanye YNS dari BEI ini agar dapat menggerakan ekonomi nasional lebih cepat lagi. Karena dana yang diam di bank justru memberatkan bagi negara dan bisa membuat pertumbuhan ekonomi menjadi loyo," kata Wayne saat membuka konferensi pers kampanye Ayo Belajar Pasar Modal.

Selain manajemen dari Prime Academy, acara juga dihadiri para mitra yang mendukung program ini.

"Di industri investasi, pemerintah hanya fokus di saham padahal banyak instrumen investasi lainnya yang mungkin lebih cocok dengan keinginan investor. Kami mendukung program-program dari Prime Academy karna memang sejalan dengan keinginan kami memperkenalkan instrument lain seperti forex, futures, dan lainnya," ujar M. Ali Jaya, Direktur Utama dari PT Global Investama (GK Invest) yang merupakan mitra dari Prime Academy.

Hendrikus Siahaan, CFA. perwakilan dari HST Hedge Capital, perusahaan jasa pengelolaan keuangan, yang turut hadir dalam acara tersebut memaparkan bahwa pengetahuan investor yang berada di kalangan menengah masih terlalu minim dan kurang bisa membuat mereka memindahkan dari bank ke pasar modal.

"Kami (HST Hedge Capital) sebenarnya kesulitan juga untuk memberikan penawaran kepada para calon nasabah meskipun sudah sesuai aturan dan keamanan pengelolaan dana yang terjamin 2-5% konsisten per bulan. Ya karena itu, edukasinya kurang," kata Hendrikus.

Saat sesi pertanyaan berlangsung, Wayne mengutarakan keinginannya untuk bekerja sama dengan institusi swasta, kampus-kampus, atau biro pemerintahan yang membutuhkan edukasi investasi.

"Kami berikan secara gratis," ujarnya. "Karna pengetahuan dasar investasi itu perlu. Kalau dari mereka ada yang mau lebih serius mendalami industri investasi keuangan kami juga ada layanan berbayar untuk setiap instrumen dari aset yang diminati." lanjut Wayne.

Wayne juga menjelaskan bahwa mereka hanya mengambil pengajar khusus yang bersertifikasi internasional, sementara pemilihan kemitraan pun dengan lembaga dengan regulasi jelas seperti HST Hedge Capital dan GK Invest di Indonesia.

Sementara itu, edukasi instrumen investasi yang di ajarkan dalam pelatihan Prime Academy antara lain obligasi, valuta asing atau forex, saham dan instrument investasi di pasar keuangan lainnya. (vws)


BACA JUGA