"Dari target 22 ribu peserta, per hari ini, sudah 34 ribu yang mendaftar untuk ikut hadir dalam acara ini," ujar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman merangkap Ketua Panitia Nasional Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 Luhut Binsar Padjaitan usai memantau persiapan acara di Hotel Westin Nusa Dua, Bali, Minggu (7/10).
Luhut merinci, sebanyak 13.664 orang mendaftar melalui jalur Meeting Team Secretariat (MTS) dari pihak IMF-WB. Sedangkan pendaftar dari jalur Indonesia Planning Team mencapai 20.556 orang. Dengan demikian, secara total terdapat 34.220 orang peserta yang bakal hadir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk memastikan hal tersebut, Luhut bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati hari ini mengunjungi ruangan dan berbagai lokasi yang akan digunakan untuk pertemuan dan seminar di Hotel Westin, Bali International Convention Centre (BICC), Bali Nusa Dua, dan Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC).
Selain itu, pemerintah Indonesia juga memanfaatkan gelaran itu untuk mempromosikan kekayaan Indonesia melalui Indonesia Pavillion. Di lokasi tersebut, pengunjung bisa menyaksikan pameran seni dan kerajinan tangan, booth pariwisata, dan booth infrastruktur.
"Dalam Indonesia Pavilion peserta dapat melihat dan membeli berbagai benda seni dan kerajinan karya asli putra bangsa Indonesia," jelasnya.
Selain kerajinan, dalam booth ini ditampilkan berbagai paket pariwisata yang ditawarkan kepada peserta serta perkembangan pembangunan infrastruktur dan berbagai kepentingan investasi di Tanah Air.
Luhut sebelumnya mengaku Indonesia memperoleh pujian dari Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde terkait persiapan penyelenggaraan rapat IMF-WB.
"Saya amaze karena kalian mampu mengelola dengan bagus. Belum pernah sepanjang karir saya melihat ada persiapan penyelenggaraan begini besar," ungkap Luhut kembali menceritakan kata-kata Lagarde.
Selain terkait gelaran acara, Luhut juga menyebut mengaku Lagarde juga memuji kemampuan Imndonesia dalam menangani masalah ekonomi. Hal tersebut disampaikan Legarde saat berbincang dengan Luhut di awal kedatangannya di Bali, pada Jumat malam (5/10). (agi/sfr)