Sejalan dengan rupiah, beberapa mata uang di kawasan Asia turut menguat dari dolar AS. Won Korea Selatan menguat 0,25 persen, baht Thailand 0,23 persen, dan dolar Singapura 0,19 persen.
Lalu, ringgit Malaysia 0,13 persen, renminbi China 0,11 persen, dan peso Filipina 0,01 persen. Namun, yen Jepang minus 0,11 persen dan dolar Hong Kong 0,02 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, mata uang utama negara maju kompak menguat. Dolar Australia menguat 0,2 persen, euro Eropa 0,13 persen, franc Swiss 0,11 persen, poundsterling Inggris 0,08 oersen, dolar Kanada 0,08 persen, dan rubel Rusia 0,01 persen.
Meski rupiah pagi ini menguat, Analis Monex Investindo Dini Nurhadi Yasyi memperkirakan rupiah masih memiliki kecenderungan melemah pada hari ini dengan bergerak di rentang Rp15.180-15.260 per dolar AS.
Menurutnya, pelemahan rupiah hari ini masih akan dipengaruhi laporan Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) yang menyebutkan pertumbuhan ekonomi global, termasuk Indonesia akan menurun.
Ekonomi global diproyeksi turun dari 3,9 persen menjadi 3,7 persen. Sedangkan ekonomi Indonesia diprediksi turun dari 5,3 persen menjadi 5,1 persen. (uli/bir)