Sebagai Ketua Pelaksana Pertemuan Tahunan IMF-World Bank 2018, Luhut bercerita, selama beberapa hari terakhir bertemu dengan Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde dan Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim. Dalam pertemuan tersebut, mereka membicarakan banyak hal soal isu ekonomi, mulai dari kondisi ekonomi global, perang dagang, sampai ekonomi Indonesia.
Menurut Luhut, kedua pejabat tinggi lembaga internasional itu menilai ekonomi Indonesia cukup baik di antara negara-negara berkembang lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini menurut mereka (Lagarde dan Kim), saya hanya ambil quotes (kutipan) saja. Mereka berkali-kali bilang, melihat Indonesia suatu fenomena yang hebat. Indonesia beruntung punya dia (Presiden Joko Widodo)," ujarnya.
Bahkan, Luhut mengaku bertemu dengan Presiden China Xi Jinping dan berpendapat hal yang sama. Menurut pucuk pimpinan Negeri Tirai Bambu, ekonomi Indonesia berjalan bagus karena telah melakukan sejumlah reformasi kebijakan ekonomi. Amnesti pajak terbukti membuat rasio pajak terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) berada di level 16 persen.
Blended finance merupakan wadah khusus yang menampung pendanaan dari berbagai sumber. Tujuannya, khusus untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.
"Dia minta pemerintah memberi guarantee (jaminan) reformasi aturan. Presiden kencang kalo soal begitu," tegasnya.
Kendati demikian, dia mengaku pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) memang masih akan terus berlanjut, seiring ketegangan perdagangan global.
"Jadi ekonomi kita baik baik saja kok. Rupiah berapa? trade war (perang dagang) akan panjang. Di AS mengenai mid term election (pemilihan jangka menengah) dan pertemuan G20, bisa damai gak Jinping dan Trump, (kalau tidak) ya makin parah," jelasnya. (lav/bir)