Dilansir dari Reuters, ekonom memperkirakan pertumbuhan ekspor China September ini akan tertekan 8,9 persen dibanding periode yang sama 2017 lalu. Perlambatan yang sama juga terjadi pada impor.
Ekonom memperkirakan perang dagang akan membuat pertumbuhan impor China melambat 15 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. "Jika perang dagang tetap berlanjut, bukan tidak mungkin dalam jangka menengah hingga panjang, pertumbuhan China akan terdampak," kata ekonom Nomura seperti dikutip dari Reuters, Rabu (10/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasil survei yang dilakukan oleh pebisnis swasta yang kemudian dikonfirmasi oleh pejabat pemerintah China menunjukkan perang dagang telah menurunkan permintaan ekspor ke level parah dalam dua tahun.
Di Guangdong, salah satu provinsi di China dengan tingkat produk domestik bruto (PDB) dan orientasi ekspor tertinggi, aktivitas manufaktur mandeg selama September. Untuk mengatasi masalah tersebut sebenarnya Dewan Negara China telah berjanji meningkatkan potongan pajak bagi para eksportir untuk kedua kalinya pada tahun ini