Rencananya, perseroan bakal menjual 173.655 tiket KA komersial untuk tanggal keberangkatan 13 Oktober 2018 hingga 15 Januari 2019. Setiap harinya akan ada sekitar 2.400 tiket promo yang ditawarkan.
"Kami prediksikan (penjualan) di angka Rp9 miliar," kata Corporate Deputy Director Passanger Marketing and Sales Mukti KAI Mukti Jauhari di Jakarta, Selasa (10/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tahun ini, penjualan tiket murah dilakukan secara online dengan harapan tidak terjadi kegaduhan seperti tahun lalu. Ia mengaku pihaknya sempat kesulitan menangani pembelian karena peminat yang tinggi di tahun lalu.
Selain itu, untuk melakukan antisipasi, KAI melakukan penjualan tiket secara internal. Artinya, perseroan ini tidak akan melibatkan 20 partner penjual tiket yang bermitra dengannya. Hal ini dinilai akan efektif untuk dapat mengontrol traffic penjualan tiket.
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, nantinya akan ada 67 KA komersial untuk jarak mengengah dan jarak jauh dengan berbagai rute. Sebagai gambaran, akan ada rute Semarang-Jakarta, Jakarta-Solo, Yogyakarta-Malang/Surabaya, Jakarta-Surabaya, Bandung-Surabaya, dan Banyuwangi-Surabaya.
Namun, terdapat beberapa ketentuan untuk melakukan pembelian, yaitu tiket tidak dapat dibatalkan atau diubah jadwal, tidak berlaku tarif parsial dan reduksi, tidak dapat digabung dengan diskon lainnya, dan tidak berlaku pada masa angkutan Natal 2018 dan Tahun baru 2019 (Nataru).
Sebagai informasi, KAI Online Travel Fair ini diadakan pada 13-17 Oktober 2018. Selain itu, pembelian dapat dilakukan dengan memesan tiket melalui aplikasi KAI Access dan website kai.id. (mjs/agi)