Pertemuan yang dilaksanakan pada tanggal 11-12 Oktober 2018 tersebut bertujuan untuk memperkuat hubungan bisnis yang telah berjalan sekaligus membahas upaya memperkuat sinergi bisnis yang mendukung pengembangan kegiatan ekspor Indonesia.
Direktur Bisnis Treasuri dan Internasional BNI, Rico Rizal Budidarmo, mengatakan bahwa saat ini pemerintah telah menekankan pentingnya peningkatan volume ekspor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebelum pertemuan di Bali ini, BNI dan sejumlah bank global di atas telah banyak melakukan kerja sama bisnis dalam transaksi trade, bank garansi, remittance, treasuri dan sindikasi. Dengan semangat 'Bridging Indonesia and the World'," kata Rico di Nusa Dua, Jumat (12/10/2018).
BNI sendiri telah ditunjuk oleh Panitia Nasional penyelenggara Annual Meeting IMF-WB 2018 sebagai Official Bank Partner untuk pengelolaan dana (cash management) bagi panitia nasional.
BNI juga menjadi bank penerbit Kartu Virtual Account Debit yang digunakan oleh para menteri keuangan dan gubernur bank sentral dari seluruh dunia yang hadir di Bali pada perhelatan ini. Annual Meeting diikuti oleh 25 menteri keuangan serta diperkirakan telah dihadiri sebanyak 34.000 peserta dari 189 negara. (vws)