Sementara kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp15.246 per dolar AS atau melemah dari akhir pekan lalu di Rp15.194 per dolar AS.
Bersama rupiah, sejumlah mata uang di kawasan Asia ikut melemah dari dolar AS. Rupee India melemah 0,61 persen, won Korea Selatan minus 0,28 persen, peso Filipina minus 0,08 persen, dolar Hong Kong minus 0,03 persen, dan ringgit Malaysia minus 0,02 persen. Namun, renminbi China menguat 0,01 persen, dolar Singapura 0,1 persen, baht Thailand 0,24 persen, dan yen Jepang 0,44 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:IHSG Meradang, Meski Ramai Aksi Beli Asing |
Sebaliknya, mata uang utama negara maju justru mayoritas menguat dari mata uang Negeri Paman Sam. Franc Swiss menguat 0,76 persen, rubel Rusia 0,74 persen, dolar Australia 0,42 persen, euro Eropa 0,27 persen, dolar Kanada 0,1 persen. Hanya poundsterling Inggris yang melemah 0,01 persen.
Analis Monex Investindo Dini Nurhadi Yasyi mengatakan pergerakan rupiah cenderung tertahan hari ini karena sentimen eksternal masih membayangi pergerakan mata uang Garuda.
"Sayangnya sentimen positif itu belum terlalu bisa menopang penguatan rupiah soalnya hari ini masih ada kekhawatiran dari melemahnya bursa saham global dan outlook perlambatan ekonomi global," ujar Dini kepada CNNIndonesia.com, Senin (15/10). (uli/agi)