Menurut dia, perlambatan pertumbuhan ekonomi China akan mempengaruhi kinerja ekspor Indonesia. Pasalnya, Negeri Tirai Bambu adalah salah satu mitra dagang utama Indonesia.
Darmin mengatakan China masih membutuhkan impor dari Indonesia, terutama dalam bentuk bahan baku industri, seperti bahan kimia dasar organik, dan produk olahan kelapa sawit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, penurunan pertumbuhan ekonomi China merupakan imbas dari perang dagang yang terjadi antara Beijing dan Washington. Produksi China melambat, sehingga permintaan bahan baku juga akan menurun, termasuk dari Indonesia.
Darmin menyayangkan bahwa Indonesia harus terpapar dampak perang dagang antara dua negara besar itu, meski tidak langsung terlibat di dalamnya. "Pertumbuhan Indonesia pun kena dampak dari trade war juga," imbuh dia.
Darmin enggan menyebutkan proyeksi angka pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal ketiga tahun ini. Ia hanya menyebutkan perlambatan ekonomi China tak berdampak signifikan terhadap ekonomi Indonesia pada kuartal kedua.
"Nanti tunggu hasil Badan Pusat Statistik (BPS) November," jelas dia.
Lihat juga:PR Repot Rezim Jokowi untuk Freeport |
Sebelumnya, para analis yang disurvei oleh Reuters memperkirakan pertumbuhan ekonomi China dalam setahun penuh ini akan mencapai 6,6 persen, dan 6,3 persen pada tahun depan. (glh/lav)