BNI & Mandiri Percepat Pembangunan Hunian Sementara di Sigi

Advertorial, CNN Indonesia | Sabtu, 20/10/2018 00:00 WIB
BNI & Mandiri Percepat Pembangunan Hunian Sementara di Sigi Hunian sementara di Sigi (Foto: dok. BNI)
Sigi, CNN Indonesia -- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) berkomitmen dalam mempercepat pemulihan keadaan di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah pascagempa. Buktinya, BNI dan PT Bank Mandiri (Persero) melakukan percepatan pembangunan 400 hunian sementara (huntara) di Desa Lolu dan Desa Sibalaya, Sigi.

Selain membangun hunian sementara, BNI dan BUMN lain juga bersinergi untuk membangun fasilitas penunjang hidup lainnya. Adapun fasilitas yang dibangun antara lain Ruang Kelas Sementara (rukatara), MCK, fasilitas air bersih (sumur bor) di Sulawesi Tengah.
BNI dan Mandiri percepat pembangunan huntara di Sigi (Foto: dok. BNI)
Corporate Secretary BNI Kiryanto mengatakan Sigi sempat menjadi kawasan terisolir sehingga aliran bantuan lebih sulit disampaikan ke kawasan tersebut. Maka BNI dan Mandiri bertindak cepat membawa bantuan yang mampu menjadi tempat tinggal sementara korban bencana gempa, tsunami, dan pergerakan tanah (liquifaksi).
Hunian sementara di Sigi (Foto: dok. BNI)
Di samping memberikan bantuan, BNI juga memastikan pelayanan perbankan terhadap masyarakat di kawasan bencana berjalan maksimal. Hingga saat ini 17 kantor cabang dan kantor cabang pembantu di Palu, Parigi, dan Donggala telah kembali beroperasi.

BNI turut mengerahkan tenaga frontliners dari area Jakarta untuk melayani nasabah di daerah yang terkena bencana. Layanan tersebut juga didukung oleh 97 ATM yang telah kembali online dan 4 unit BNI Layanan Gerak (BLG).
Proses pembangunan huntara di Sigi (Foto: dok. BNI)
"Bekerja sama dengan BUMN, BNI berkomitmen untuk mempercepat pemulihan keadaan di daerah bencana, salah satunya di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Tidak hanya kebutuhan akan tempat berlindung, MCK, air minum, dan layanan perbankan, BNI mengirimkan relawan dari kaum milenial untuk membantu penyaluran bantuan ke daerah bencana," ujar Kiryanto.


BNI juga mengajak stafnya yang memiliki latar belakang psikolog untuk menggelar kegiatan trauma healing dan mental recovery untuk menghibur anak-anak para korban bencana.

Tak hanya itu, BNI telah mendirikan posko kesehatan gratis dan dapur umum di Posko BNI dan membagikan air bersih, menyediakan 1.000 nasi bungkus per hari, air mineral, serta makanan instan. (adv/adv)


ARTIKEL TERKAIT