Bantuan US$ 6 miliar ini melebihi perkiraan oleh para analis dan kemungkinan akan mengurangi kebutuhan dana talangan (bailout) yang diterima Pakistan dari Dana Moneter Internasional (IMF).
Kesepakatan Saudi datang ketika Perdana Menteri baru Pakistan Imran Khan menghadiri konferensi investasi Saudi yang telah diboikot oleh beberapa pemimpin lain atas kematian Jamal Khashoggi di konsulat negara itu di Istanbul.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menteri Keuangan Asad Umar bulan ini meminta pembicaraan dengan IMF untuk bailout kedua dalam lima tahun. Tim IMF akan mengunjungi Pakistan untuk membuka negosiasi pada 7 November.
Khan telah mengunjungi Arab Saudi bulan lalu dalam perjalanan kenegaraan yang pertama sejak menjabat pada Agustus. Namun, perjalanan itu gagal menghasilkan bantuan berarti meskipun laporan media Pakistan tentang perjanjian tentang pembayaran minyak yang ditangguhkan.
Kementerian Luar Negeri Pakistan kemudian pada Selasa malam(23/10) mengatakan kunjungan terakhir cukup sukses.
"Disepakati Arab Saudi akan menempatkan sebesar US$ 3 miliar untuk jangka waktu satu tahun sebagai dukungan untuk mencapai keseimbangan neraca pembayaran," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.
Selain itu, disepakati pula penangguhan pembayaran impor minyak hingga $ 3 miliar selama satu tahun.
Khan dijadwalkan juga akan mengunjungi China minggu depan.
Para pejabat Pakistan telah khawatir Amerika Serikat, yang telah berpihak kepada Islamabad akan mendorong IMF untuk memberlakukan syarat-syarat yang keras di Pakistan. (agi/agi)